-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Puas Datangkan 8 Pemain Asing Rp 36 Miliar, Arema FC Ogah Maksimalkan 11 Pemain di Super League 2025/2026

Jumat, 11 Juli 2025 | Juli 11, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-11T18:00:39Z

—Arema FC menyatakan tak akan memaksimalkan kuota 11 pemain asing di Super League 2025/2026 sesuai regulasi baru. Klub asal Malang itu merasa cukup dengan mendatangkan delapan pemain asing dengan nilai pasar mencapai Rp 36 miliar.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menyebut, keputusan itu diambil untuk menjaga keharmonisan ruang ganti tim. Terlalu banyak pemain asing bisa menimbulkan konflik karena semua ingin bermain sebagai starter.

"Kami mempertimbangkan tidak sepertinya, mereka (pemain asing) pasti ingin bermain kan, itu agak mengganggu ruang ganti nanti," ungkap Yusrinal dikutip dari Antara .

Manajemen Arema FC menilai keputusan untuk tidak menggunakan kuota maksimal justru lebih bijak untuk menyeimbangkan kekuatan dan kebutuhan tim. Mereka mengaku akan mengambil maksimal sembilan pemain asing jika benar-benar dibutuhkan, tapi tidak lebih.

"Yang bermain delapan pemain, dari 11 pemain artinya ada tiga pemain yang tidak bermain," lanjut Yusrinal Fitriandi.

“Sesuai kebutuhan saja, karena yang bisa bermain ya delapan orang. Jadi sebanyak-banyaknya mungkin sembilan pemain,” imbuh dia.

PT Liga Indonesia Baru (I League) telah resmi merilis regulasi anyar untuk musim kompetisi 2025/2026. Dalam aturan baru tersebut, setiap klub bisa mendaftarkan 11 pemain asing untuk Super League, atau yang sebelumnya dikenal sebagai Liga 1.

Namun, hanya delapan pemain asing yang diperbolehkan masuk ke dalam daftar susunan pemain (DSP) setiap pertandingan. Artinya, minimal tiga pemain asing akan selalu berada di bangku cadangan atau tidak masuk DSP sama sekali.

Hal ini yang menjadi pertimbangan utama Arema FC untuk tidak tergiur memaksimalkan jatah yang tersedia. Yusrinal mengatakan, pihaknya bahkan sempat mengusulkan agar jumlah pemain asing dibatasi maksimal tujuh hingga sembilan orang saja per klub.

"Tapi kan kemarin suara terbanyaknya kan delapan, 11 pemain itu," tegas Yusrinal Fitriandi.

Musim ini, Arema FC sudah merekrut empat pemain asing anyar yang seluruhnya berasal dari Brasil. Keempat nama itu adalah Odivan Koerich, Yann Motta, Paulinho Moccelin, dan Valdeci Moreira.

Kehadiran mereka menambah kekuatan Arema FC yang sebelumnya sudah memiliki empat pemain asing lainnya. Mereka adalah Lucas Frigeri, Thales Lira, Julian Guevara, dan Dalberto Luan.

Dengan total delapan pemain asing, Arema FC menyatakan sudah cukup puas menghadapi ketatnya persaingan Super League 2025/2026. Apalagi nilai pasar seluruh pemain tersebut mencapai angka fantastis sebesar Rp 36 miliar.

Berikut ini daftar lengkap delapan pemain asing Arema FC beserta nilai pasarannya.

Paulinho Moccelin: Rp 10,43 Miliar

Valdeci Moreira: Rp 6,95 Miliar

Thales Lira: Rp 5,21 Miliar

Yann Motta: Rp 4,35 Miliar

Dalberto: Rp 3,91 Miliar

Julian Guevara: Rp 2,61 Miliar

Odivan Koerich: Rp 1,74 Miliar

Lucas Frigeri: Rp 869,08 Juta

Dengan nilai sebesar itu, Arema FC tidak ingin mengambil risiko mengorbankan harmoni ruang ganti hanya demi mengejar kuantitas. Mereka lebih memilih kualitas dan keharmonisan tim yang solid demi hasil maksimal di lapangan.

Dari delapan nama tersebut, hanya Pablo Oliveira yang belum dipastikan tampil sejak awal musim karena masih menjalani pemulihan cedera. Gelandang bertahan asal Brasil itu belum bisa bergabung dalam agenda tim, termasuk untuk ajang Piala Presiden.

Arema FC juga tampaknya tak ingin membebani keuangan klub dengan menggaji pemain asing yang akhirnya tidak digunakan secara optimal. Karena itu, mereka lebih fokus pada efisiensi dan pemanfaatan sumber daya yang tepat guna.

Dengan formasi delapan pemain asing yang berkualitas, Singo Edan optimistis mampu bersaing di papan atas Super League. Terlebih, sebagian besar dari mereka memiliki pengalaman dan kualitas individu yang tidak diragukan.

Strategi ini juga dinilai lebih realistis di tengah ketatnya kompetisi sepak bola nasional dan potensi masalah non-teknis seperti adaptasi hingga bahasa. Manajemen lebih memilih membangun chemistry antara pemain lokal dan asing yang proporsional.

Keputusan Arema FC bisa menjadi contoh bagi klub lain agar tidak semata-mata mengejar kuota maksimal yang disediakan liga. Pasalnya, tak semua pemain asing yang direkrut pasti cocok dengan gaya main dan atmosfer tim.

Kini, publik Malang tinggal menanti bagaimana performa delapan pemain asing ini di musim baru. Jika sukses, Arema FC bisa membuktikan efisiensi lebih baik daripada sekadar kuantitas.

×
Berita Terbaru Update