, Jakarta - Seorang pejabat senior Iran menuding Israel mengerahkan "roh-roh gaib dan supernatural" selama perangnya dengan Iran pada bulan lalu, Iran International melaporkan pada Jumat seperti dilansir Jerusalem Post dan The Times of India pada Ahad.
Abdollah Ganji, mantan editor surat kabar Javan yang berafiliasi dengan IRGC, mengatakan kepada 150.000 pengikutnya di X/Twitter pada Rabu bahwa sebuah "fenomena aneh" telah terjadi selama perang 12 hari tersebut.
"Setelah perang baru-baru ini, beberapa lembar kertas ditemukan di jalan-jalan Teheran berisi jimat-jimat dengan simbol-simbol Yahudi," tulisnya.
"Pada tahun pertama perang Gaza, berita juga bocor tentang pertemuan Netanyahu dengan para ahli ilmu gaib."
Ganji menambahkan beberapa tahun yang lalu Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa negara-negara musuh dan badan intelijen Barat serta Yahudi menggunakan ilmu gaib dan entitas jin untuk spionase.
Postingan tersebut langsung memicu reaksi keras dan ejekan di dunia maya.
Akun resmi Mossad, X, dalam bahasa Persia, menanggapi unggahan Ganji.
"Menggunakan narkoba dan berbicara dengan jin bukanlah sifat yang diinginkan bagi seseorang yang memimpin suatu negara," tulis mereka.
Waleed Gadban, Penasihat Politik Israel untuk Perwakilan Tetap Israel di Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengunggah ulang postingan Mossad X, dengan judul dalam bahasa Persia, "Jin, jin ada di mana-mana," disertai emoji hantu di akhir.
Jin juga dikatakan memiliki kemampuan untuk mengambil berbagai bentuk dan memiliki kekuatan luar biasa.
Mereka pertama kali disebutkan dalam Al Quran dan dikonseptualisasikan dalam Islam "sebagai makhluk yang setara dengan manusia yang mampu memilih antara kebaikan dan kejahatan dan dengan demikian harus menghadapi keselamatan atau kutukan pada akhirnya," tulis Britannica .
Konflik bersenjata antara Iran dan Israel dimulai ketika Israel melancarkan serangan mendadak terhadap apartemen warga sipil, fasilitas militer dan nuklir utama di Iran pada 13 Juni 2025, di tengah perang Gaza dan dampaknya yang lebih luas di kawasan.
Pada jam-jam awal perang, pasukan udara dan darat Israel membunuh beberapa pemimpin militer terkemuka Iran, ilmuwan nuklir, dan politisi, termasuk upaya pembunuhan yang gagal terhadap presiden Iran Masoud Pezeshkian; dan merusak atau menghancurkan pertahanan udara Iran dan beberapa fasilitas nuklir dan militernya.
Amerika Serikat, yang membela Israel, mengambil tindakan ofensif pada hari kesembilan perang dengan mengebom tiga lokasi nuklir Iran.
Pemerintah Iran pada pekan lalu mengumumkan angka kematian terbaru akibat perang yang berkecamuk melawan Israel selama 12 hari pada Juni lalu. Teheran menyebut saat ini dikonfirmasi sedikitnya 1.060 orang tewas, dan memperingatkan bahwa angka tersebut masih bisa bertambah.