-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nasib Siswanto Penjaga Kos Diplomat Arya Daru,Stres Jadi Buah Bibir Sempat Interaksi dengan Korban

Minggu, 13 Juli 2025 | Juli 13, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-14T13:30:15Z

, - Penjaga kos di Jalan Gondangdia Kecil Nomor 22, Menteng, Jakarta Pusat, Siswanto kena imbas dari kasus kematian Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (39).

Sebagai saksi mata yang pertama kali menemukan jasad Arya Daru di dalam kamar pada Selasa (8/7/2025) pagi, Siswanto merasa hidupnya kini tidak tenang.

Siswanto mengaku stres menjadi buah bibir dan selalu ditanya mengenai kematian Arya Daru padahal Ia sendiri tidak tahu apa-apa.

Pria itu menjadi sorotan sebab hanya Siswanto yang terakhir kali terekam kamera CCTV kos mengamati kamar Arya Daru atas permintaan istri korban.

Pada malam sebelum ditemukan tewas, istri korban berkomunikasi lewat telepon dengan Siswanto dan meminta tolong untuk mengecek kondisi Arya Daru.

Kepada Andi penjaga toko rokok eletronik, Siswanto mencurahkan perasaannya.

Siswanto mengaku kepada Andi, ada yang janggal dari kematian sang diplomat.

Selain itu, Siswanto juga mengaku stres gara-gara kasus ini.

"Dia curhat, stres ditanyain terus. Dia nggak tahu apa-apa (soal kematian Arya)," ujar Andi ditemui di lokasi, Sabtu (12/7/2025).

Andi juga menerangkan jika Siswanto kembali dijemput oleh sejumlah orang pada Sabtu, kemarin.

Namun Andi tidak tahu orang yang menjemput Siswanto apakah anggota polisi atau bukan.

"Pas dia masuk sini, tidak lama ada yang jemput, pakai mobil. Dia sambil ngelihatin saat cabut (pergi), seperti ketakutan," terang Andi.

Selain itu, berdasarkan rekaman CCTV pada Senin (7/7/2025) sekitar pukul 22.30 WIB, Arya Daru sempat berinteraksi dengan Siswanto.

Korban terlihat menyapa Siswanto sebelum masuk ke dalam kamarnya.

"Jadi korban sempat terlihat di area dapur untuk makan, mungkin habis ngegojek (pesan dari Gojek) kali ya" kata Kapolsek Metro Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, Rabu (9/7/2025).

"Dia juga sempat membuang sampah dan menyapa penjaga kosan yang berada di belakang. 'ayo mas', gitu aja" lanjutnya.

"Itu terlihat dari rekaman CCTV," imbuh Rezha.

Setelah itu, Arya Daru kembali masuk ke kamarnya dan tidak terlihat lagi.

"Iya, kamarnya dalam keadaan digrendel dari dalam. Jadi setelah terlihat sekitar pukul 22.30 WIB malam itu, tidak ada lagi yang melihat korban," terang Rezha.

Interaksi tersebut diketahui terjadi karena Arya Daru tengah makan malam.

Kesaksian Satpam

Sedangkan Endika Rahmat, satpam di lingkungan rumah indekos Arya Daru menyebut, wilayah tempatnya berjaga selama ini terbilang aman.

Selama beberapa tahun menjadi satpam di permukiman warga itu, kata Endika, belum pernah ada tindak kriminal yang terjadi.

"Enggak pernah (ada kejadian kriminal). Pastinya aman," ujar Endika saat ditemui, Minggu (13/7/2025).

Pada saat mayat Arya Daru ditemukan Selasa (8/7/2025) pagi, Endika bekerja shift pagi yang dimulai pada pukul 08.00 WIB.

Sehari sebelumnya atau Senin (7/7/2025), Endika juga bekerja shift pagi hingga pukul 20.00 WIB.

Hingga Senin malam, Endika mengaku tidak melihat ada kejanggalan atau peristiwa aneh di indekos tersebut.

Adapun pos satpam tempat Endika berjaga hanya berjarak 15 meter dari kos Arya Daru.

Siapa pun dapat memasuki permukiman tersebut tanpa perlu izin ke satpam.

"Di indekos biasa, enggak ada keanehan, enggak ada kejanggalan," ungkap Endika.

Hingga Endika meninggalkan pos satpam untuk berganti shift jaga dengan satpam lain, ia mengaku tak melihat sosokArya Daru kembali ke rumah indekos.

Rekaman CCTV

Arya Daru diketahui tewas dalam kondisi kepala terlilit lakban kuning dan tubuhnya terbungkus selimut.

Namun anehnya polisi tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban, sehingga jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk dilakukan autopsi.

"Saat ditemukan, korban dalam posisi terbaring di atas kasur dengan kepala tertutup lakban dan tubuh tertutup selimut," jelas Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Selasa, (8/7/2025).

Kemudian polisi juga menyita CCTV hingga memeriksa sejumlah saksi termasuk diantaranya Siswanto.

Dalam rekaman CCTV, Siswanto terlihat melintas di depan kamar kos Arya Daru itu terekam pada pukul 00.27 pada Selasa (8/7/2025).

Saat itu, Siswanto mengenakan sarung kotak-kotak dan bertelanjang dada, sembari menyampirkan pakaian putih di pundak kirinya.

Tampak berbicara di telepon menggunakan mode speaker, penjaga kos ini sempat berhenti dan menoleh ke arah kamar korban, lalu berjalan kembali.

Beberapa saat kemudian, ia kembali berdiri cukup lama di depan kamar korban, sekitar 22 detik dan diduga masih berbicara lewat telepon.

Selanjutnya pada pukul 05.20 WIB, penjaga kos itu kembali terlihat mondar-mandir di depan kamar korban.

Namun untuk kali ini mengenakan kemeja putih dan celana pendek sambil membawa sapu.

Di sini, Siswanto sempat mengintip ke arah jendela kamar Arya Daru sebelum akhirnya terlihat berbalik arah.

Sebelumnya, komunikasi terakhir antara Arya Daru dan istrinya terjadi pada Senin (7/7/2025) sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat sang istri mencoba menghubungi kembali keesokan paginya pukul 05.00 WIB, ponsel Arya Daru sudah tidak aktif.

Akibat tidak ada kabar hingga pukul 08.00 WIB, istri korban meminta penjaga kos memeriksa ke kamar suaminya.

Siswanto sebagai penjaga kos bersama satu orang lain lantas membuka paksa jendela kamar Arya Daru yang rupanya sudah dalam kondisi dicongkel.

Setelah kejadian itu, rumah indekos Arya Daru terpantau sepi dan tidak terlihat satu pun penghuni yang lalu lalang.

Sementara, garis polisi masih melintang di depan kamar Arya Daru.

Arya Daru diketahui merupakan warga asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

( TribunJakarta.com / TribunJakarta.com )

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp

×
Berita Terbaru Update