-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Israel Bebaskan Pemukim Ilegal Pembunuh Konsultan Film Palestina Peraih Oscar

Kamis, 31 Juli 2025 | Juli 31, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-31T10:25:31Z

, Jakarta - Pengadilan Israel pada Selasa memerintahkan pembebasan Yinon Levi, seorang pemukim ilegal yang didakwa membunuh Awdah Hathaleen, seorang aktivis Palestina di wilayah Tepi Barat, Palestina.

Awdah Mohammad Khalil al- Hathaleen, 31 tahun, yang turut serta dalam pembuatan film dokumenter peraih Oscar No Other Land sebagai konsultan, tewas akibat tembakan seorang pemukim ilegal Israel di desa Palestina Umm al-Kheir pada Senin malam.

Rekaman video yang dibagikan oleh kelompok hak asasi manusia Israel B’Tselem menunjukkan Yinon Levi melepaskan tembakan ke arah Hathalin.

Menurut surat kabar Haaretz seperti dilansir Anadolu , Pengadilan Magistrat di Yerusalem membebaskan Levi dan menempatkannya dalam tahanan rumah.

“Polisi mengaitkannya dengan kejahatan pembunuhan tak berencana dan penembakan dengan senjata api,” tulis harian itu.

Uni Eropa dan Amerika Serikat sebelumnya telah menjatuhkan sanksi kepada Levy atas kekerasannya terhadap warga Palestina.

No Other Land, yang mendokumentasikan perjuangan warga Palestina melawan kebijakan pembongkaran dan penggusuran Israel di Masafer Yatta di Tepi Barat, memenangkan Oscar tahun ini untuk Film Dokumenter Terbaik 2024.

Secara terpisah, tentara Israel menggerebek desa Umm al-Kheir dan menangkap dua aktivis asing, ungkap para saksi mata kepada Anadolu .

Tentara menyatakan desa tersebut sebagai zona militer tertutup untuk mencegah liputan media setelah pembunuhan pada Senin, tambah mereka.

Sejak dimulainya perang genosida Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023, setidaknya 1.009 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 7.000 lainnya terluka di Tepi Barat oleh pasukan Israel dan pemukim ilegal, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Dalam putusan penting Juli lalu, Mahkamah Internasional menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina ilegal dan menyerukan evakuasi semua permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Awdah Hathaleen sedang berdiri di dekat pagar di pusat komunitas Umm al-Kheir ketika dia ditembak di dada oleh seorang pemukim Israel pada Senin, 28 Juli 2025. Awdah roboh ke tanah ketika orang-orang bergegas menolongnya. Sebuah ambulans keluar dari pemukiman ilegal Carmel di dekatnya dan membawanya pergi.

Awdah meninggal setelah ditembak di bagian atas tubuhnya di tengah bentrokan di desa Umm Al-Khair, di mana sekelompok orang Palestina berhadapan dengan para pemukim. Media Israel mengidentifikasi pelaku penembakan sebagai Yinon Levi, seorang ekstremis sayap kanan dan pemukim Israel dari pemukiman Carmel.

Levi sebelumnya dijatuhi sanksi oleh pemerintahan Biden, namun tindakan tersebut kemudian dibatalkan selama masa kepresidenan Donald Trump. Meskipun demikian, Levi tetap berada dalam daftar hitam Kanada, Inggris, dan Uni Eropa.

Para saksi mata melaporkan bahwa Levi melepaskan tembakan ke arah warga Palestina dengan pistol. Petugas tanggap darurat dari Bulan Sabit Merah Palestina dan Magen David Adom dari Israel dikirim. Hathaleen dilarikan ke Soroka Medical Center di Beersheba, namun ia meninggal beberapa jam kemudian karena luka-lukanya. Selain itu, dua warga Palestina lainnya menderita luka-luka dalam insiden tersebut.

Setelah penembakan tersebut, polisi Israel menyatakan bahwa warga negara Israel yang terlibat telah ditangkap dan masalah ini sedang diselidiki, meskipun beberapa laporan menyatakan bahwa Levi hanya diinterogasi tanpa dikenai tuduhan. Polisi juga menahan empat warga Palestina dan dua turis asing di tempat kejadian.

Ida Rosdalina turut berkontribusi dalam tulisan ini.
×
Berita Terbaru Update