-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Industri Asuransi Kendaraan Masih Dibayangi Tekanan pada Semester I-2025

Senin, 21 Juli 2025 | Juli 21, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-22T05:05:57Z

.CO.ID - JAKARTA . Pertumbuhan premi asuransi kendaraan hingga kuartal I 2025 tercatat melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan menyebutkan tren perlambatan ini sejalan dengan data penjualan kendaraan yang mulai melambat sejak akhir 2024 dan berlanjut awal tahun ini. Ia memperkirakan pendapatan premi asuransi kendaraan akan tetap terdampak oleh penurunan penjualan kendaraan baru.

“Meski demikian, kami masih menunggu data komprehensif semester I dari seluruh anggota untuk memastikan angka pertumbuhan aktual di industri,” ujar Budi kepada , (21/7).

Penurunan premi ini disebut berkaitan erat dengan kontraksi penjualan kendaraan baru. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil pada Juni 2025 turun 22,6% secara tahunan (YoY) menjadi 57.760 unit.

“Ini langsung berdampak ke premi baru dari kendaraan baru,” kata Budi.

Selain itu, kondisi ekonomi yang menantang juga menekan daya beli masyarakat. Menurut Budi, banyak konsumen kini memilih mempertahankan kendaraan lama dan lebih selektif dalam perpanjangan asuransi.

Tingginya biaya perbaikan kendaraan dan inflasi suku cadang, juga menjadi faktor risiko bagi pengelolaan klaim dan profitabilitas lini kendaraan bermotor. Ia menyebut, kombinasi berbagai faktor ini membuat kinerja lini kendaraan perlu diwaspadai hingga akhir tahun, terutama jika tren penjualan kendaraan tidak segera membaik.

AAUI juga menyoroti tren penjualan kendaraan listrik (EV) buatan China yang meningkat, tetapi tidak diiringi pertumbuhan premi yang signifikan.

“Risiko yang ditanggung oleh perusahaan asuransi tidak sebanding dengan premi yang diperoleh. Oleh karena itu, saat ini kami menantikan revisi tarif premi untuk risiko mobil listrik ini,” katanya.

×
Berita Terbaru Update