Adu gengsi antara ganda putra Indonesia dan Malaysia digadang-gadang bakal menjadi penutup yang seru untuk final China Open 2025.
Dari sudut Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menantang gelar pertama mereka sejak dipasangkan bulan ini.
Kombinasi aneh dua pemain depan ini sukses mencapai final dalam turnamen kedua mereka dan di ajang China Open 2025 lagi, paling bergengsi soal hadiah dan poin ranking.
Fajar/Fikri tak terbendung hingga memakan korban dua pasangan berstatus nomor satu dan mantan nomor satu dunia.
Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan) dan Liang Wei Keng/Wang Chang (China) secara berurutan dilibas di perempat final dan semifinal.
Skornya pun selalu dua gim. Pekan ini, Fajar/Fikri belum kecolongan satu gim pun dalam empat laga yang telah dijalani.
Sedangkan menjadi harapan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik kembali untuk menjemput trofi keempat tahun ini.
Chia/Soh merangkai tren impresif pada April hingga Juni berupa 4 final dari 4 turnamen beruntun dan memenangi tiga di antaranya.
Tiga gelar yang diraih ialah Kejuaraan Asia, Thailand Open (World Tour Super 500), dan Singapore Open (Super 750).
Jika hari ini berhasil, China Open akan menjadi ajang BWF World Tour Super 1000 yang berhasil dimenangi Chia/Soh sepanjang karier mereka.
Ledakan karier Chia/Soh akhir-akhir ini tidak terlepas dari peran pelatih kawakan asal Indonesia, Herry Iman Pierngadi.
Sejak mengasuh ganda putra Malaysia pada Februari lalu, Herry IP menyulap Chia/Soh menjadi jagoan yang tak lagi 'demam panggung' di babak-babak akhir.
Gaya bermain menyerang dengan ' no lob ' yang dibawa Herry IP juga melengkapi persenjataan Chia/Soh yang lebih dahulu kuat dalam bertahan.
Chia/Soh juga mengalahkan mantan pasangan nomor satu untuk ke final China Open 2025, yakni Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India).
Rankireddy/Shetty dipaksa menyerah dalam straight game 13-21, 17-21. Di sisi lain, itu menjadi kemenangan ke-11 Chia/Soh atas sang rival dalam 14 pertemuan. Telak.
"Kami puas dengan permainan kami dan akan menerapkan taktik dari pelatih kami," kata Soh Wooi Yik setelah laga semifinal, dilansir dari NST.com.my .
"Kami harus terus bermain dengan kepercayaan diri seperti ini," tambah pemain berusia 27 tahun tersebut.
Akhirnya ke final lagi setelah kalah dini di dua turnamen sebelumnya, Chia/Soh tentu mengincar kemenangan lain saat bersua Fajar/Fikri nanti.
Kewaspadaan tetap dibawa Chia/Soh menuju medan pertarungan.
Bahwa untuk pertama kalinya mereka akan menghadapi Fajar dan Fikri, dua juara All England, sebagai pasangan menjadi alasan.
Pengalaman Herry IP pun diharapkan demi strategi yang mujarab untuk meredam permainan dua mantan anak didiknya itu.
"Mereka adalah pasangan baru dan ini tidak akan mudah. Kami mengandalkan pelatih kami untuk merancang strategi yang bagus bagi kami," ucap Soh menambahkan.
"Mereka memiliki gaya bermain yang hampir sama dengan kami. Semuanya akan bergantung pada siapa yang lebih berani di tahap-tahap krusial," tukasnya.
Final China Open 2025 akan berlangsung pada Minggu (27/7/2025) mulai pukul 12.00 WIB di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China.
Laga final ganda putra antara Fajar/Fikri dan Chia/Soh akan menjadi partai terakhir dengan estimasi waktu tanding pukul 16.20 WIB.
Pertandingan dapat ditonton melalui siaran langsung di TVRI dan via live streaming di Vidio.