-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BMKG Tegaskan Isu Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2025 di Indonesia Adalah Hoaks

Rabu, 30 Juli 2025 | Juli 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-01T06:55:19Z

CHANELSULSEL.COM – Kabar mengenai akan terjadinya Gerhana Matahari Total (GMT) di Indonesia pada 2 Agustus 2025 yang disebut-sebut bakal membuat bumi gelap selama 6 menit, dipastikan tidak benar alias hoaks.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara tegas membantah informasi yang beredar luas ini.

Melalui unggahan resminya di Instagram pada Kamis 31 Juli 2025. BMKG meluruskan kesalahpahaman yang muncul di masyarakat. Isu tersebut menyebutkan bahwa fenomena terhalangnya cahaya matahari oleh bulan ini akan terjadi dalam waktu dekat di Indonesia.

Seperti diketahui, gerhana matahari terjadi ketika posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus, yang umumnya bertepatan dengan fase bulan baru.

Berdasarkan data BMKG, fase bulan baru untuk bulan Agustus 2025 justru akan terjadi pada 23 Agustus 2025. "Di tanggal itu tidak ada terjadi gerhana matahari baik di Indonesia maupun di negara lain," terang BMKG.

Daftar Gerhana di Tahun 2025 dan Konfirmasi NASA

BMKG juga merinci bahwa sepanjang tahun 2025 ini, hanya ada empat peristiwa gerhana yang akan terjadi:

* Gerhana Bulan Total 14 Maret 2025: Dapat disaksikan dari wilayah Indonesia bagian timur.

* Gerhana Matahari Sebagian 29 Maret 2025: Tidak dapat disaksikan dari Indonesia.

* Gerhana Bulan Total 7 September 2025: Dapat disaksikan dari Indonesia.

* Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025: Tidak dapat disaksikan dari Indonesia.

Informasi ini semakin diperkuat dengan data resmi dari NASA.

Lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut mengonfirmasi bahwa GMT yang santer dikabarkan akan terjadi pada 2 Agustus, bukanlah di tahun 2025, melainkan pada 2 Agustus 2027, atau dua tahun lagi.

Bahkan untuk GMT 2 Agustus 2027 tersebut, BMKG menegaskan bahwa jalurnya tidak akan melewati Indonesia. "Jalur totalitasnya di Maroko, Spanyol, Aljazair, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman dan Somalia," jelas BMKG.

Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tidak termakan isu yang tidak bertanggung jawab dan selalu merujuk pada informasi resmi dari lembaga kredibel seperti BMKG untuk setiap fenomena keantariksaan.***

×
Berita Terbaru Update