-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

29 Penumpang Belum Ditemukan,Keluarga Korban KMP Tunu Pratama Jaya Tabur Bunga di Selat Bali

Minggu, 06 Juli 2025 | Juli 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-09T12:55:58Z

- Tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada hari ketiga sejak kejadian, Rabu malam (2/7/2-25) pukul 23.35 WIB.

Berdasarkan data Posko SAR di Pelabuhan Ketapang, hingga Sabtu (5/7), jumlah korban selamat tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya tercatat 30 orang.

Enam orang ditemukan meninggal dunia, sementara 29 penumpang KMP Tunu Pratama Jaya lainnya masih dalam pencarian.

Diberitakan sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut total 53 penumpang, 12 anak buah kapal (ABK), serta 22 unit kendaraan sebelum akhirnya tenggelam di perairan Selat Bali.

Areal pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya pun semakin diperluas. Demikian pula dengan jumlah personel yang dikerahkan juga bertambah.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas) Bali, I Nyoman Sidakarya mengatakan, areal pencarian para korban KMP Tunu Pratama Jaya dikumpulkan secara bertahap. Misalnya pada hari kejadian, areal pencarian mengarah ke sisi kapal Utara dari perkiraan titik tenggelamnya.

Namun setelah ada informasi korban ditemukan di sisi selatan, pencarian akhirnya lebih fokus ke sisi selatan.

Pencarian korban, selanjutnya, masih memanfaatkan alat utama (Alut) udara maupun air. Untuk Alut unsur udara, pencarian menyasar sisi timur.

"Kurang lebih luasnya mencapai 269,38 mil laut persegi," ucapnya.

Sedangkan untuk Alut laut, pencarian masih menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).

Pantauan di Teluk Gilimanuk, petugas melakukan berbagai persiapan mulai pukul 07.30 wita. Selain RIB, pencarian korban dari laut memanfaatkan Rigid Buoyancy Boat (RBB) BWI, kapal KRI Tongkol, KN SAR Permadi, KN SAR Arjuna, KNP Granti, KRI Teluk Ende, dan KP Hiu Macan Tutul 02.

Personel pencarian juga ditambah. Penambahan personel pencarian khusus di Pantai Pebuahan. Sebab lokasi tersebut banyak ditemukan korban dari KMP Tunu Pratama Jaya.

"Kami juga meminta pada masyarakat ataupun nelayan yang sedang melaut sekaligus membantu pencarian, jika melihat ada tanda-tanda ABK ataupun penumpang agar segera menginformasikan ke ASDP atau menghubungi call center 115," pintanya.

Aksi Tabur Bunga

Sementara itu, keluarga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya melakukan aksi tabur bunga di Selat Bali dari atas dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu (5/7).

Pasangan suami istri asal Banyuwangi, Ahmad dan Suryani, menaburkan bunga sambil memanjatkan doa bagi keselamatan putra dan menantunya, Bintang Nur Hidayat (28) dan Ely (21), yang menjadi korban kapal tenggelam.

"Tentu kami menginginkan ditemukan selamat, namun jika sudah meninggal, kami ingin melihat jasadnya," ujar Suryani, ibu dari Bintang, dikutip Antaranews.

Suryani mengungkapkan bahwa menantunya, Ely, sedang hamil lima bulan dan ikut suaminya mengantar beras ke Bali menggunakan truk Fuso pada Rabu (2/7) malam.

"Saya baru mendengar kabar (Kamis 3/7) pukul 7:00 WIB dari saudara, dan saya cek nomor kendaraannya ternyata benar itu yang dibawa anak saya (Bintang)," katanya.

Ia menambahkan bahwa biasanya sang putra tidak mengajak istrinya bepergian jauh, namun kali ini Ely memilih ikut.

"Ely menantu saya sedang hamil lima bulan dan baru menikah pada Februari 2025. Saat ini kami hanya bisa menunggu dan berdoa berharap putra dan menantu saya ditemukan," ujarnya dengan penuh haru.

Di tengah pencarian korban, kerancuan data manifes penumpang KMP Tunu Pratama Jaya membuat keluarga korban yang datang ke posko informasi Pelabuhan Ketapang merasa bingung. Pihak Basarnas menyampaikan bahwa mereka terus melakukan verifikasi dan rekonfirmasi data penumpang.

Salah satu kasus adalah nama Tri Wahyudi dan Wahyudi yang awalnya dianggap satu orang, namun setelah dicek ulang ternyata dua orang berbeda. Keduanya pun dimasukkan ke daftar korban selamat.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga menegaskan bahwa proses verifikasi terus dilakukan. Pihaknya akan melakukan konfirmasi ulang apakah ada penumpang yang tidak tercatat atau selamat tapi tidak melapor." Mohon bersabar," ujarnya.

Tim SAR gabungan kembali melanjutkan upaya pencarian terhadap 29 orang korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali.

Pada hari keempat pencarian ini, Sabtu (5/7/2025) tim SAR gabungan akan kembali mengerahkan alut laut dan udara, dengan penguatan dari Koarmada II dan Pushidrosal.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno mengatakan, adapun penguatan dari Koarmada II, yaitu berupa KRI Fanildo 732, 1 unit helikopter Phanter yang memiliki sonar dengan kemampuan mendeteksi benda-benda di bawah laut, serta dua tim penyelam dari Dislambair dan Satkopaska.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dengan penguatan alut dari Koarmada II dan tim ahli dari Pushidrosal, maka diharapkan akan dapat menemukan datum (posisi terakhir) yang pasti atau lokasi KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam.

Secara paralel, sedang dilakukan langkah-langkah persiapan jika nantinya datum pasti sudah diketahui, seperti medical check up di RSUD Banyuwangi terhadap 22 orang personel penyelam, serta persiapan peralatan pendukung penyelaman.

Kepala Kantor SAR Surabaya selaku On Scene Coordinator Search and Rescue Unit (OSC SRU) Udara, Nanang Sigit, menerangkan, ada dua helikopter yang melakukan pencarian hari ini, yaitu helikopter Dauphin HR 3606 Basarnas serta helikopter Bell 249 Baharkam Polri. Kedua Alut udara ini akan melakukan pencarian melalui udara dari wilayah utara ke arah selatan.

Danlanal Banyuwangi selaku OSC SRU Laut Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, menerangkan bahwa upaya pencarian di laut diperluas hingga sejauh 20 mil laut ke arah selatan.

Adapun alut laut yang digunakan, diantaranya KRI Tongkol 517, KRI Teluk Ende 813, KN SAR 249 Permadi, KN SAR Arjuna, KNP Grantin, KP Bima 7014 Polairud, Kapal Patkamla Payaman, KN Cundamani, KP Hiu Macan Tutul 02, RIB 03 dan RBB Pos SAR Banyuwangi, RIB 01 Pos SAR Jembrana, dan RIB Polairud.

Sementara itu, Danrem 083/ Baladhika Jaya menyampaikan bahwa SRU darat yang terdiri dari gabungan personel dari unsur TNI AD, Kepolisian dan sejumlah relawan, melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai di wilayah Banyuwangi.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Banyuwangi, pada pagi hingga siang hari, kondisi cuaca di wilayah perairan selat Bali diperkirakan berawan tebal hingga hujan ringan, kecepatan angin berkisar di antara 4 hingga 20 knots, ketinggian gelombang di kisaran 0,5 hinga 2 meter, visibility 3 hingga 8 km, serta kecepatan arus 1,5 hingga 2 m/s ke arah selatan.

(TribunBali/kps)

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA , Facebook , X (Twitter) , YouTube , Threads , Telegram

×
Berita Terbaru Update